Cerpen Pesan Rindu untuk Ayah

Pesan Rindu untuk Ayah
Di pagi hari nan cerah seorang anak perempuan berada pada perkarangan rumah membantu ibunya membersihkan pekarangan. Anak perempuan itu bernama putri, putri seorang anak yatim, dia di tinggal ayah tercinta ketika berusia 1 tahun, karena kecelakaan maut pada bahu jalan km 15 tol cipularang. Putri kini berusia 6 tahun dan telah siap untuk bersekolah pada sebuah sekolah negeri di dekat rumahnya. Pada hari pertama sekolah putrid mempersiapkan diri dan peralatan sekolah yang di gunakan. Ibunya sangat senang melihat anaknya kini menginjak bangku sekolah. “nak, ini bekal untukmu dan ini uang jajan untukmu”,ujar ibu kepada putri. “ia bunda terimakasih”, jawab putri dengan hati gembira. Pada hari pertama putri di antar ibu hingga ke dalam kelas. Lingkungan baru membuat putri harus beradaptasi . ketika lonceng berbunyi semua anak menuju halaman depan kelas untuk berbaris. Disana ia melihat seorang wanita berpakaian coklat muda dengan menggunakan kerudung dengan warna sama seperti pakaian dan sepatu berwarna hitam, “Selamat pagi anak-anak, saya bu Aminah walikelas dan guru untuk kalian”, ujar wanita tersebut. Putri memperhatikan guru barunya. Seluruh murid masuk menuju kelas dan para orang tua berada di gerbang sekolah menunggu anak-anak mereka. Pada hari pertama sekolah hanya ada tahap perkenalan dan tatap muka sehingga waktu berlangsung hanya 30 menit. “kita akhiri tahap perkenalan kita, ayo bereskan buku kalian”, ujar bu guru. Ketika buku sudah di bereskan semua murid termasuk putri keluar kelas secara teratur, putri berlari menuju ibunya yang berada di gerbang sekolah. Putri terlihat bahagia hari ini. “Bunda”, ujar putri “ia anakku”, jawab sang ibu. “ayo nak, kita pulang nanti ceritakan pada ibu ya pengalamanmu di kelas tadi”, ujar ibu kepada putri “ia bunda”, jawab putri dengan menunjukkan senyum bahagianya hari itu. Sepanjang jalan putri melihat teman-teman lainnya di jemput oleh kedua Ayah dan Ibu mereka, melihat hal itu putri sangat sedih, “Bunda, apa Ayah memperhatikan putri dari sana?”, Tanya putri “pasti nak, Ayahmu pasti selalu mendoakan dirimu agar menjadi anak yang baik dan cerdas”, jawab sang ibu. Setiba di rumah putri menceritakan pengalamannya di kelas, sang ibu melihatnya menjadi sangat bahagia. “Ya Allah, lindungi anakku dari segala macam kejahatan dan jadikanlah dia anak yang sholeha”, doa sang ibu dalam hati. Usai menceritakan pengalamannya, putri membereskan buku pelajaran yang akan ia bawa untuk esok hari, sedangkan ibunya pergi ke dapur untuk mempersiapkan makan siang untuk mereka. Bu Sinta merasa sangat bahagia saat putrinya bahagia “Mas kini putri kita telah menginjakkan kakinya pada bangku sekolah dasar, semoga kelak ia akan menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa”, ujar sang ibu dalam hati. “Ya Allah berikanlah hamba umur untuk melihat putri hamba menjadi sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa”, doa sang ibu “ibu-ibu putri main dulu ya sebentar ke rumah rani”, ujar putri meminta izin kepada ibunya untuk bermain. Ketika di perjalanan putri bertemu dengan jono bersama teman-temannya. “hai teman-teman liat deh ada putri anak yang tidak punya ayah”, ujar jono pada teman-temannya mendengar hal itu putri berlari kencang kea rah rumah rani.” Assalamualaikum rani “, ucap salam putri “waalaikumsalam putri, ayo masuk “, jawab rani. “Kenapa put kok kamu murung? Pasti tadi bertemu jono ya?”, Tanya rani. “putri hanya menganggukan kepalanya. rani pun segera mengajaknya bermain agar putri tak merasa sedih. Akhirnya mereka berdua bermain sangat riang sehingga putri berangsur-angsur dapat melupakan rasa sedihnya tadi.
Bersambung………

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s