Bersyukur

Dalam lentera menghangatkan raga yang bernaung
Seutas benang disulap menjadi sebuah keindahan dalam pandangan
Dan satu senyuman bersama tawa berpacu
Dalam sekelompok timbunan rumput

Berlarilah kian kini rerumputan yang ditebang
Satu mungkin yang tersisa
Diri yang mungkin membusuk dan
Sisa-sisa tetes air mata

Kini baru teringat
Kini menyesal
Bangkit dalam keterpurukkan
Dan kembali dalam pelukkan illahi robbi

Dulu ketika masih bergoyang tertiup angin
Dulu ketika masih bisa tersinari matahari
Dan dulu ketika masih bisa merasakan tetesan air
Lupa akan siapa yang menciptakannya, sungguh kini dalam kehinaan kami

ya robbi, ampunillah kami yang lupa akan bersyukur atas nikmat yang kau berikan pada kami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s