Ketika Kemacetan menyukai kita

Sedari dulu sudah kita ketahui bahwa kemacetan telah menjadi bagian dari setiap orang yang melakukan aktifitas, pasti ada hambatannya yaitu kemacetan. Mungkin kita sebagai pemakai jalan harus belajar mencintai yang namanya kemacetan, karena macet adalah anugerah bagi pemakai jalan mungkin kita bisa sms seseorang, telepon seseorang atau pun saya pernah liat dan merasakan pula yang namanya makan rujak ditengah jalan yang macet. Kita harusnya mensyukuri semua itu. Tapi lama kelamaan pasti semua orang bertanya-tanya apakah pemerintah tak ada upaya untuk mengatasi macet. Pemerintah bahkan para polisi lalu lintas sudah kiat melakukan berbagai cara untuk mengatasi kemacetan tapi lama kelamaan malah hampir tiap saat kemacetan makin membengkak dijalan sampai-sampai berebut jalan dengan para pemilik toko emperan dipinggir jalan. Kejenuhan dari para pemakai jalan terhadap kemacetan dapat dilihat sehari-hari dari mereka melawan arus, menerobos rel kereta api, melewati gang kecil dan bahkan ada pula yang menabrakan diri ke truck. Saya disini pribadi mencoba memberi saran kepada semua pihak agar kita semua dapat mengatasi bersama dan instropeksi diri masing-masing
Pertama yang harus kita lakukan adalah menggunakan kendaraan yang memenuhi gas emisi pembuangan standar internasional.
Kedua ganti kendaraan umum yang sudah tak layak, itu adalah cara yang wajar agar para pengguna kendaraan pribadi mau memakai kendaraan umum, itu adalah tugas pemerintah daerah, bila masih ada yang menggunakan kendaraan yang tak layak harap ditindak dengan keras.
Ketiga sadar diri untuk kalian semua bagi pengguna kendaraan bermesin seharusnya kita gunakan kendaraan yang hemat dan ramah lingkungan. Kalau bisa para pengojek bermotor ganti dengan mengojek sepeda dan biaya untuk beli sepeda pemerintah harus membiayai karena mereka orang yang berada digaris kemiskinan.
Jadi cukup sekian saja tulisan saya in, kurang lebih mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s