Pemuda dan Sosialisasi

a. Internalisasi dan belajar dan Spesialisasi
Masa remaja adalah masa transisi dimana kita akan dilatih untuk menjadi manusia dewasa, sedari kanak-kanak kita akan mendapatkan yang namanya pendidikan yang secara tak langsung mengajarkan kita untuk hidup dan berkembang dalam masyarakat. Internalisasi itu berawal dari keluarga, disana kita mendapatkan yang namanya norma kesopanan, tata krama dan kesusilaan. Dimasa kanak-kanak pula sudah sejak itulah orang tua harus mengarahkan dimana minat dan bakatnya. Pemuda hidup dan berkembang dari satu jalanan kejalanan lainnya maksudnya bukan sebagai gelandangan tapi maksud jalanan disini adalah dimana dia mulai simpatik dengan dunia luar, kepekaan pemuda saat ini sedang teruji, karena dizaman ini pemuda sudah mulai acuh terhadap keadaan lingkungan, politik bangsa ini dan apapun yang ada disekitarnya. Pemuda memiliki banyak kemampuan tapi disaat ia tua nanti semuanya akan hilang maka untuk itu sekiranya ketika memiliki sebuah kemampuan selalu amalkan ilmu yang kamu punya, agar menjadi berkah untukmu.
b. Pemuda dan Identitas
Pemuda adalah harapan orang tua dimana kita diwajibkan untuk mengembangkan diri kita secara maksimal. Pemuda dizaman sekarang banyak terus mengembangkan diri dan membuat kominitas yang bergerak kearah positif seperti misalnya dia yang suka sulap akan bergabung ke komunitas pecinta sulap. Identitas seorang pemuda tergambar dari apa yang mereka perbuat dan sifat. Setiap remaja memiliki sifat yang berbeda ada yang biasa saja, rajin, bahkan ada yang malas, semua itu terbentuk diawal mereka bagaimana mereka di didik baik dari orang tua maupun lingkungan semua itu akan terbentuk menjadi diri mereka dan menjadi identitas mereka.
c. Perguruan dan pendidikan
Sebaik-baiknya orang tua mendidik tetap saja mau tak mau mereka juga harus menyerahkan mereka ke pembimbing selanjutnya yaitu seorang guru, guru adalah orang yang tepat untuk mendidik dan membimbing, guru juga akan mengajarkan tentang berbagai ilmu pengetahuan dan juga tentunya ilmu agama. Dan disaat mereka sudah sukses dibimbing mereka akan baru mulai dimana mereka akan belajar tanpa dibimbing yaitu oleh seorang dosen, seorang dosen kurang tepat disebut sebagai pembimbing karena seorang dosen, saya rasa hanya sebagai pengajar, dulu sewaktu sekolah kita tidak kerjakan tugas pasti guru marah tapi beda dengan dosen, dosen tidak marah bila kita tidak kumpulkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s