RESENSI

Puisi yang Menyindir ke Segala Arah

Judul : RUBAIYAT ANGIN DAN RUMPUT

Pengarang : KH A.MUSTOFA BISRI

Penerbit : PT.MATRA MULTI MEDIA

Tebal halaman : ±67 HALAMAN

Mustofa Bisri sang penulis puisi menggunakan taktik yang hampir serupa dengan puisi Mbeling.

Mbeling adalah bahasa jawa yang artinya nakal atau tidak suka nurut pada nilai-nilai kaidah yang sudah ditetapkan.

Dalam puisinya kyai juga menggunakan sindiran sebagai cirri utamanya ,kyai ini tidak hanya menyindir berbagai kalangan tetapi ia juga menyindir dirinya sendiri .

Pada puisinya pak kyai memberikan catatan kaki pada puisi yang berjudul “berteriak” soalnya ada kata kentut catatan kaki “sebagai orang timur penulisnya meski sangat terpaksa,merasa tetap risi , menggunakan kata-kata kentut yang berbau itu .puisi ini terbagi pada dua bagian

Pada bagian pertama puisi-puisi pak kyai banyak menyindir masalah dari kemerdekaan bangsa ini dan kekejaman para pemimpin dalam menjalankan pemerintahan di negeri ini .sebagai mana dalam sebait syairnya

“Dan semoga semua yang di atas

Seperti Nabi Sulaiman

Sudi mendengar dan mengerti

Mereka yang di bawahnya “

Dalam sebait puisi itu sudah jelas bahwa pemimpin yang ada di negeri ini tidak lagi mementingkan rakyatnya yang ada di bawah kemiskinan

Dalam sebait syairnya lagi pak kyai juga menuliskan

“Hari ini setelah 49 tahun merdeka

Ingin rasanya

Aku bertanya kepada mereka

Sudahkah kita

Benar-benar merdeka?”

Dalam sebait puisi di atas juga di pertanyakan tentang kemerdekaan bangsa ini yang tidak jelas , pak kyai menulis puisi ini karena ia merasa bangsa ini belum merdeka .

Pada bagian kedua pak kyai sudah mulai menyindir dirinya sebagai seorang manusia yang lemah dan semua itu tersirat pada sebait puisinya

“Bagaikan nabi-nabi

Aku tak punya apa-apa

Kecuali keyakinan

Tapi tak seperti nabi-nabi

Aku tak dekat tuhan

Dari mana kuperoleh kekuatan”

Pada sebait puisi di atas dapat di gambarkan kalau manusia itu tidak punya apa-apa hanya dengan memohon dari Yang Maha Kuasalah kita dapat menjalankan hidup ini dengan mudah

Pada puisi-puisi pak kyai ada beberapa nama orang yang tidak saya kenal perannya dalam masyarakat kita sekarang ini hal itu juga di jelaskan dalam baitnya

“Goenawan sudah terpojok kesepian /Arief Budiman sudah berdemonstrasi sendirian “

Untuk para pemuda mungkin tidak mengenal kedua tokoh tersebut dan mereka membutuhkan pengetahuan tentang orang-orang iu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s